The Passionate Marriage - Arti Kepercayaan dalam Pernikahan by Indah Hanaco

4/02/2017

Blurb ­____________________

Tentang Gwen,
Dia punya keindahan tersendiri.
Pesona yang melampaui keelokan fisik yang juga dimilikinya.
Di zaman serba sinting ini, menemukan perempuan seperti dia, mungkin mendekati langka.
Sayang, dia terlalu takut untuk menyerahkan hatinya.

Tentang Phillip,
Dia kian menawan karena kelembutan dan hati yang penuh kasih.
Juga menjanjikan cinta yang takkan pernah berkhianat.
Namun, tetap saja dia pria menawan yang memikat banyak hati, magnet bagi banyak mata.
Mungkinkah dia takkan pernah mematahkan janjinya?

Mereka sama-sama saling menginginkan.

Tapi yang satu tak punya keberanian untuk membuka hati dan menghadapi cintanya. Hingga sebuah tragedi membuka pintu terkunci yang selama ini tak pernah diyakini keberadaannya. Sayang, tatkala mereka sepakat melangkah ke sana, ada banyak sekali jebakan yang siap memusnahkan semua perasaan.

Mungkinkah CINTA MEREKA CUKUP TANGGUH untuk menang dan membungkam segala persoalan.

Judul : The Passionate Marriage
Author : Indah Hanaco
Penerbit : Grasindo
Halaman : iv + 242
Cetakan : Maret 2017
ISBN : 978-602-375-844-9
Genre : Romance

Review ____________________

Mengikuti jejak Keith dan Milly menikah tanpa pacaran (Delicious Marriage), Phillip langsung melamar Gwen, walau sebenarnya keduanya belum lama berkenalan. Dari awal Phillip memang sudah terpikat oleh gadis yang membawa tanggungjawab besar di punggungnya untuk menghidupi kedua adik kembarnya, Inge dan Vivit. Gwen bahkan harus rela cuti kuliah karena si kembar sebentar lagi masuk SMA. Gwen juga sosok kakak penyayang, dia tak akan diam jika terjadi sesuatu pada si kembar. Melihat itu, Phillip justru semakin tergerak hatinya, apalagi ucapan Milly yang membuatnya semakin nekat mengambil keputusan tersebut.

“Tadinya aku ke sini untuk mengajakmu pacaran. Sekarang, aku menginginkan hal lain. Aku ingin menikah denganmu. Karena aku ingin menjagamu. Dan juga karena aku jatuh cinta padamu.” Hlm. 36

Gak beda jauh dengan Keith dan Milly, Phillip melangsungkan pernikahan tanpa mengundang siapa pun. Bali menjadi pilihan mengikat janji suci tersebut, namun hanya ada Gwen dan si kembar. Teman-teman Phillip sengaja tak di undang. Nyatanya, pernikahan bukanlah hal yang mudah dijalani, di malam pertama Phillip dan Gwen sibuk dengan pikirannya masing-masing, tentang ketakutan dan prasangka. Tentu saja kan, keduanya benar-benar harus memulai dari nol untuk saling memahami satu sama lainnya.

“…. Harus berapa kali kubilang kalau aku nggak peduli dengan pilihan apa pun yang dibuat oleh orang di sekitarmu? Karena buatku yang terpenting adalah kau!” hlm. 123

Namun, yang mengerikan adalah kehadiran sosok wanita bernama Eva yang membuat runyam pernikahan keduanya. Masa lalu Gwen yang menyimpan banyak derita. Phillip yang merasa tersinggung karena selama ini Gwen tak pernah mengatakannya. Ditambah, kehadiran SPG yang terang-terangan menunjukan perasaannya pada Phillip.

Mungkinkah Gwen dan Phillip dapat menyelesaikan segala permasalahan, saat   pernikahan mereka menjadi begitu dingin?

The Passionate Marriage merupakan sequel novel Delicious Marriage. Udah baca belum novel sebelumnya? Boleh nih baca reviewnya dulu di sini. Di novel kedua ini menceritakan kehidupan pernikahan Phillip dan Gwen. Phillip ini suami yang sangat pengertian dan perhatian, tak beda jauh dengan karakter Gwen. Hanya saja Gwen masih menghawatirkan banyak hal yang berhubungan dengan masa lalunya. Ujung-ujungnya jadi masalah juga. Keduanya memiliki chemistry yang kuat. Karakter yang paling aku suka adalah si kembar Inge dan Vivit, bisa kebayang gimana ramenya rumah karena punya dua keponakan yang seumuran saja bikin gaduh.

Berhubung Phillip dan Gwen masih saling mengenal satu sama lainnya walau sudah menikah, sehingga alur ceritanya maju mundur. Untuk konfliknya mungkin terbilang ringan, tapi yang sudah menikah pasti paham betul nih konflik sekecil apapun tidak bisa diabaikan.

Mba Indah kecolongan typo nih (Halaman 51), padahal percakapannya antara Phillip dan Gwen, eh tapi malah ngetiknya Rafe. Aku sampe baca ulang buat mastiin takutnya aku yang nggk ngeh akan kehadiran sahabat Philip tersebut.

“….. Aku bukan psikopat atau laki-laki jahat yang suka memukuli perempuan. Hmm, apalagi, ya?” kening Rafe agak berkerut.
Gwen tidak bisa menahan senyum. Kecemasannya agak terlupakan karena terlalu geli mendengar uraian panjang yang diucapkan Phillip.

Pesan yang dapat diambil dari The Passionate Marriage, buat aku yaitu harus bisa menghargai pendapat orang lain. Jadi Phillip yang punya masa lalu menyedihkan, tidak mengenal siapa keluarganya karena ditinggalkan di panti asuhan dan kehidupan Gwen juga tentang kakaknya yang sangat mengerikan, lebih baik tidak punya keluarga kandung jika hanya menyakiti. Dari lubuk hati yang paling dalam sejujurnya aku lebih memilih memiliki keluarga kandung. Tapi, aku bisa memahami Phillip karena dari kecil dia tinggal di panti asuhan, bahkan pernah menyaksikan kejadian mengerikan terhadap ibu asuhnya. Dan percayalah pada pasangan kita, apa pun yang terjadi.

Overall, aku sangat menikmati The Passionate Marriage. Aku puas dengan kehadiran si kembar serta Phillip dan Janna. Rekomen loh novel mba Indah satu ini, tenang saja kalau belum baca Delicious Marriage novel ini bisa dinikmati secara terpisah.

4 of 5* untuk The Passionate Marriage


You Might Also Like

0 comments

Follow Me

Goodreads Reading Challenge

2018 Reading Challenge

2018 Reading Challenge
Yuuki has read 2 books toward their goal of 100 books.
hide

Subscribe