Love in Montreal – Kehangatan dalam Perbedaan by Arumi E

12/19/2016

Blurb ___________

Montreal. Di sinilah Maghali Tifani Safri, perancang baju asal solo yang mulai bersinar namanya, mendapat kesempat melanjutkan studi. Ujian berupa terror dari sekelompok orang hampir merontokkan sikap toleran Maghali, kalau saja Kai Sangatta Reeves tidak muncul menyelamatkannya. Rupawan, cerdas, berhati emas. Model sekaligus dokter dan relawan. Pesona Kai begitu kuat, tapi Maghali sadar dia tak boleh terlena karena lelaki itu berada di kutub yang berbeda.

Ujian lain datang dalam bentuk gadis cantik bernama Isabelle. Model pirang yang memeragakan baju-baju rancangan Maghali ini meminta bantuan untuk lari dari jerat cinta sesama dan pemberitaan miring tentang masa lalunya. Seolah belum cukup pelik, Maghali kembali diuji kala Kai yang dirundung duka melabuhkan rasa resah pada dirinya, membuat gadis ini makin sulit memendam rasa. 

Kesadaraan Maghali baru pulih kala melihat Isabelle mendekati Kai. Susah payah hatinya mengakui, keduanya lebih cocok menjadi pasangan karena sama-sama rupawan dan tak ada halangan mengadang.

Ketika masa tinggalnya di Montreal berakhir, Maghali mengira selesai pula siksaannya menahan rasa pada Kai. Tapi pada satu hari sacral di Tanah Air, Kai tiba-tiba muncul. Akankah terbentang masa depan untuk keduanya, ataukah mereka harus puas dengan sepotong episode penutup?

Judul : Love in Montreal
Author : Arumi E
Penerbit : Gramedia Pustaka
Halaman : vi + 230 hlm
Tahun : 2016
ISBN : 978-602-03-3460-8
Genre : semi-islami romance

Review ___________

Series Araoun The World With Love Series 3 yang aku baca adalah Love in Montreal karya mba Arumi E. Jika sebelumnya ber-setting di Adelaide (Love in Adelaide) dan Sydney (Love  in Sydney), di series ketiga ini mengambil setting di Kanada yaitu Montreal. Penasaran kenapa penulis mengambil setting Montreal? Baca yuk hasil wawancara dengan penulis Cerita dibalik Montreal dan Sangatta di Love in Montreal di sini.

Tokoh utama di Love in Montreal adalah Maghali. Dia kembarannya Maura tokoh utama di Love in Sydney. Maghali juga muncul di Love in Sydney yang membuatnya harus merasakan cinta bertepuk sebelah tangan. Kepergiannya ke Montreal bukan pelarian dari patah hatinya tapi karena Maghali mendapatkan kesempatan untuk melanjutkan sekolah desain-nya di La Mode Collage.

Kesempatan yang berharga itu tak disia-siakan begitu saja. Berkat bantua Miss Prudance, Maghali mendapatkan rumah sewa dengan pemiliknya yang ramah, Madame Mapple. Kebaikan pemilik rumah membuat Maghali merasa di rumah sendiri. Di tempat study-nya Miss. Prudence sangat antusias dengan kehadiran Maghali, bagi Miss. Prudance desain Maghali yang tergolong  modest wear tersebut sangat unik terlebih dibubuhi kain tradisional Indonesai. Modest wear – pakaian muslim. Bahkan Miss. Prudence menawarkan Maghali untuk mengikuti fashion week. Tapi ternyata ada teman sekelasnya yang tak begitu antusias dengan modest wear, Justin. Selera orang kan memang beda-beda.

Untuk fashion week nanti, Miss. Prudence sudah memilih model yang akan memeragakan rancangan Maghali. Model bernama Isabelle yang supple dan ramah menarik perhatiannya. Namun, kehadiran model lelaki satu ini lebih, lebih mearik perhatiannya, Kai Sangatta Reeves. Siapa sangka model ganteng ini masih keturunan Indonesia, tepatnya di Sangatta Kalimantan. Walaupun Kai hanya sampai usia enam bulan berada di Indonesia. Dan baginya lebih senang tinggal di Kanda. Tapi bagi Maghali suatu hari nanti Kai akan berpikir dia ingin menjadi orang Indonesia jika berkunjung ke sana.

“Jangan mencemaskan pendapat orang lain tentangmu. Kamu nggak perlu menjelaskan pada mereka seperti apa kamu sebenarnya. Belum tentu mereka percaya padamu…” Hlm. 138
Seiring berjalannya waktu, Kai menawarkan kelembutna dan perhatian yang membuat hati Maghali meleleh. Entah sekedar rasa kagum atau bukan, tapi Kai ternyata seelain seorang model dia juga seorang dokter dan relawan. Bahkan Kai jago masak juga. Kai pun mengenalkan Maghali pada neneknya, Nenek Granny. Nenek Granny ini terus menyudutkan hati Maghali kalau cucunya itu menyukai Maghali, bahkan merestui mereka jika suatu hari memutuskan untuk menikah. Tapi, Maghali tak ingin berharap lebih, karena Kai tak pernah menunjukan rasa atas nama ‘cinta’.

Montreal ternyata menyuguhkan pengalaman yang berharga untuk Maghali. Dia memergoki Isabelle berciuman dengan Jane. Bertemu pria yang islamphobia bahkan membuatnya hampir terluka. Jane yang memusuhi Maghali karena Isabelle akhirnya memutuskan pergi dari kehidupan Jane. Bahkan hal yang mengerikan adalah ada orang yang tega membakar hasil rancangannya menjelang fashion show. Tapi, Maghali memiliki teman yang berharga seperti Shabrina yang juga seorang muslim, Justin yang akhirnya mengagumi rancangannya.

Tapi, hati Maghali mendadak nyeri dan gundah saat Isabelle dan Kai semakin dekat. Bahkan keduanya sudah merencanakan untuk pergi ke Eropa. Maghali sadar, tentang perbedaan yang membentang antara dirinya dan Kai. Lelaki yang mendekati sempurna tapi sayangnya dia tak percaya dengan agama. Lalu, akankah Montreal menyisakan cinta bertepuk sebelah tangan lagi seperti di Sydney? Temukan jawabannya di novelnya langsung “Love in Montreal”

Karakter Tokoh

Maghali, penuh semangat, hawatiran,
Kai, model, dokter, relawan yang baik hati dan perhatian
Miss Prudance, baik, tegas, sangat menyukai rancangan Maghali
Isabelle, ramah, pekerja keras, sangat mencintai ibunya
Granny, nenek Kai yang baik hati
Shabrina, seorang mualaf yang mengenalkan restoran halal di Montreal
Jane, ambisius dan egois.

Hal yang Menarik >^_^<

Aku suka cara penulis menggambarkan sosok Maghali yang awalnya langsung menilai orang dari luranya, namun dia belajar dari pengalamannya untuk tidak men-judge orang terlebih dahulu tanpa tahu sifat aslinya. Misal, saat memergoki Isabella dan Jane berciuman, Maghali langsung berfikir negative namun setelah mengenal Isabella yang sebenarnya, Maghali ta langsung men-judge saat ada pemberitaan buruk tentang masa lalunya.

Tak hanya Maghali, karakter tokoh lainnya seperti Kai, Jane, kuat.

Untuk konfliknya memang ada beberapa konflik yang berbeda, namun memiliki tujuan yang sama tentang bagaimana Maghali menyikapi hidupnya selama di Montreal dengan permasalahan yang menerpanya. Walau konfliknya terbilang ringan, tapi tetap menarik.

Kekurangan Novel >^.^<

Untuk penyajian konflik penulis menyajikannya berdasarkan penyelesaian masalah satu per satu, missal saat masalah satu selesai yang lainnya muncul. Sebenarnya si itu tak begitu masalah, hanya saja saat menceritakaan Maghali, Isabelle dan Jane, sosok Kai ini menghilang. Sehingga chemistry antara Maghali dan Kai terbilang kurang. Sebagai pembaca, menurutku akan lebih menarik jika Kai dimunculkan dan ikut berperan dalam penyelesaian konflik tersebut.

Pesan dalam Novel ini
Jika kita menjadi kaum minoritas, percayalah walau ada orang yang tak menyukai kehadiran kita, akan selalu ada orang yang menerima kita memberi kehangatan dalam perbedaan.

“Temukan passion-mu, lalu tekuni. Saat kamu sudah menjadi ahli di bidang yang kamu sukai, kamu bekerja tapi serasa tidak bekerja karena kamu menikmati pekerjaanmu.”Hlm. 178
Overall, aku sangat menikmati Love in Montreal. Rekomen nih buat kamu yang suka romance. Adopsi series ATWWL 3 ini ya.

4* untuk Love in Montreal



___________ Reading Chalenge ___________
Diikutsertakan dalam Indonesia Romance Reading Challenge 2016



You Might Also Like

0 comments

Follow Me

Goodreads Reading Challenge

2018 Reading Challenge

2018 Reading Challenge
Yuuki has read 2 books toward their goal of 100 books.
hide

Subscribe