Love in City of Angels – Dua Sisi Kota Bangkok by Irene Dyah

12/12/2016

Blurb __________

“Memori Ajeng terlalu berharga untuk menyimpan data para pria. Dia sosok lajang mandiri yang anti jatuh cinta. Penasaran saya akan kisahnya!”
-          - Luckty G.S. Blogger buku & pustakawan sekolah

Ajeng
Gadis kota besar yang bisa sangat bitchy dalam banyak hal, terutama pernikahan. Baginya, cinta cuma mitos.

Yazan Khan
Malaikat. Master Yoda, si Poker Face. Ketenangannya menemani Ajeng membeli test pack, setenang saat ia menyelipkan bunga di tangan gadis itu. Pendek kata, mengerikan.

Earth
Pria yang beresiko membuatmu lupa segala, termasuk namamu sendiri.

Cheetah
Mamalia yang sebaiknya tidak disebut-sebut di depan Ajeng.

Ibu
Dicurigai sudah kehilangan akal sehatnya mau menerima lagi pecundang itu.

Masjid Jawa di Bangkok
Tempat kisah-kisah bermula.

Krung Thep alias City of Angels alias Bangkok
Di kota ini, terlalu tipis batas antara iman dan godaan. Ajeng lebih suka menyebutnya The Sin City.

Judul : Love in City of Angels
Author : Irene Dyah
Penerbit : Gramedia Pustaka
Halaman : iv + 211 hlm
Tahun : 2016
Genre : semi-islami romance
ISBN : 978-602-03-3491-2

Review __________

"Kudapati bahwa orang yang paling jahat di mataku, sejatinya tidak seburuk itu. Dan yang selalu kuanggap sebagai korban, ternyata juga menyumbang benih masalah rumah tangga." Hlm. 166

Untuk novel Araound The World With Love Series 3 kedua yang aku baca adalah Love in City of Angels karya Mba Irene Dyah. Ada yang kangen dengan tulisan beliau? Aku salah satunya, dari novel Love in Marrakech dan Love in Blue City aku semakin suka dengan karakter tokoh yang diciptakan penulis. Dan yang mengejutkan di novel Love in City of Angels adalah karakter utamanya yang gak biasa. Seorang wanita karir dengan prinsip hidup yang kuat, walau kehidupan pribadinya bebas dan oke sebutlah 'nakal'. Ajeng.

Ajeng sudah nonghol loh di novel sebelumnya yaitu Tiga Cara Mencinta dan Dua Cinta Negeri Sakura. Yang sudah baca novel tersebut pasti gak asing dengan soosk Ajeng. Nah, tapi gak perlu hawatir di Love in City of Angels yang belum mengenal Ajeng, pasti akan terkesan dengan sosok Ajeng ini. Cek untuk mengenal Ajeng dan Love in City of Angels lebih dekat di sini.

City of Angels, adalah sebutan untuk kota Bangkok, tapi bagi Ajeng Bangkok adalah The Sin City. Sebuah kota dengan rahasia gelap, dunia malam, kesenangan yang bagi orang-orang disebut dosa. Bangkok ini jugalah yang membuat Ajeng, hidupnya benar-benar diuji. Prinsip hidupnya tentang cinta dan pernikahan pun menjadi goyah.

Ya, Ajeng memiliki masa lalu kelam karena ayahnya. Membuat dia tak percaya dengan cinta, apalagi harus menempatkan ‘pernikahan’ dalam kamus hidupnya. Tak ada yang bisa menggoyahkan hatinya, terkecuali kehadiran lelaki keturunan India-Timur Tengah, Yazan Khan. Yazan, menawarkan perhatian yang membuat hatinya melembut. Dengan tampang Poker Face-nya, Yazan berhasil membuat Ajeng selalu kalut dibuatnya. Walau tak ada hubungan spesial keduanya sering bertengkar, lalu baikan lagi. Selalu, seperti itu.

Yazan juga membawa Ajeng ke sebuah tempat yang suasananya tenang seperti di Solo. Kampung Jawa, sebuah daerah yang ternyata didirikan oleh orang Indonesia. Bahkan di sini terdapat Masjid Jawa, salah satu masjid di Bangkok yang paling tua. Ajeng bertemu dengan Pak Di, orang jawa yang ternyata pernah berguru pada kakeknya. Seperti disebutkan di blurb dari sinilah kisah Ajeng dan Yazan semakin penuh cerita, pertikaian, bahkan air mata.
"Bukan kecantikanmu yang membuatku terpukau, melainkan wajahmu yang penuh semangat. Caramu tersenyum, mengerutkan alis, membelalakan mata, juga ekspresi tekunmu..." Hlm. 81

Sayangnya, ada masalah besar yang kini melanda Ajeng. Lelaki bernama Earth, tiba-tiba muncul dalam hidupnya. Mengaku pernah tidur seranjang. Sialnya, Ajeng tak mengingat sama sekali tentang kejadian malam itu. Antara yakin dan tidak. Tapi, Earth memang lelaki brengsek yang bahkan memiliki bukti kuat. Ditambah, Ajeng tak kunjung datang bulan. Gimana Ajeng gak stres, hasil test pack-nya malah nyemplung ke kloset. Benar-benar sial.

Masalah lainnya, datang dari sang Ibu yang memutuskan kembali rujuk dengan lelaki yang sangat dibenci Ajeng, parahnya Ibu dan Pak Ilham, akan datang ke Bangkok untuk liburan. Apa yang akan dikatakan Ajeng kalau sampai ia hamil dan ibunya tahu? Masalah besar!

Yazan dan Ajeng semakin dekat, walau keduanya dua orang yang sangat berbeda. Tapi ya gitu, saat Yazan mencoba memberikan perhatian lebih, Ajeng merasa tak nyaman. Ajeng tak suka dengan cara Yazan yang selalu menceramahinya. Tapi Ajeng juga tak bisa menyingkirkan Yazan begitu saja. Dengan segala keterbukaan tentang hidupnya yang ‘kotor’, Yazan tak goyah dengan perasaannya, dia menerima masa lalu Ajeng. Tapi, apa benar Yazan akan menerimanya, jika Ajeng benar-benar hamil? Pada akhirnya, siapakah yang akan goyah hatinya Ajeng atau Yazan?

Temukan jawaban dari kelanjutan kisah Ajeng dengan Yazan, Earth dan rahasia besar yang disimpan kedua orang tuanya di novelnya langsung ya.

Karakter Tokoh
Ajeng, memiliki prinsip hidup yang kuat, tak
Yazan, si Poker Face, seorang muslim yang taat. Romantis dan lembut. Selalu yakin Ajeng adalah jodohnya. Karena pertemuannya dengan Ajeng lebih dari sekali.
Earth, lelaki brengsek yang penuh misteri.
Jubjub, teman yang menyenangkan, ratu cuti dan tukang gosip.
Ibu, Ajeng tak menyangka ibu-nya mau menerima lagi lelaki yang pernah meninggalkannya.

Hal yang menarik >^_^<
Ciri khas kuat dari novel-novel Mba Irene Dyah adalah karakter tokohnya. Pembaca pasti dibuat dekat dengan sang tokoh dari cara penulis menyampaikan karakternya. Konflik cerita yang dikemas dengan sekian rupa pun tak membuat pembaca kehilangan karakter tokohnya. Dalam Love in City ini penulis berhasil membawa cerita dari dua karakter yang saling bertolak belakang. Ajeng si gadis ‘nakal’ dan Yazan si ‘baik hati’. Ajeng gak mudah digoyahkan, walaupun Yazan sering menasehatinya.

Kehadiran Jubjub, teman satu kantor Ajeng membuat kisah ini menarik. Jubjub ini sudah kaya host gosip, berita apapun dia tahu. Bahkan saat pertama kali Yazan mengantar Yazan gosip itu langsung tersebar.

Untuk karakter tokohnya unik-unik kan ya? Ada Jubjub, Apple dan Earth. Nama orang Thai memang sulit diucapkan, tapi untunglah mereka punya nick name. Penulis juga tak sembarangan loh mengambil nama-nama karakter tokohnya. Untuk Jubjub, Apple dan Earth bisa cek dipostinga Mengenal Ajeng dan Love in City of Angels lebih dekat.

Alur yang dimainkan yaitu maju-mundur.

Setting tempat, beberapa tempat yang disuguhkan bikin penasaran loh. Aku sendiri si lebih tertarik dengan Kampung Jawa. Dan perayaan Songkran yang unik.

Kekurangan Novel >^.^<
Konflik antara Ajeng dan Earth sedikit muncul. Padahal penulis sukses kehadiran Earth ini bikin penasaran. Akan lebih seru jikalau Ajeng dan Earth sering muncul.

Pesan dalam novel ini
Ajeng ini menyadarkan kita untuk memberi kesempatan pada diri sendiri untuk berubah misalnya, juga memberi kesempatan pada masa lalu untuk memaafkan.


"Mungkin perlu waktu dan usaha. Tapi aku akan mencobanya. Setiap orang layak dapat kesempatan. Apalagi itu adalah keluarga kita, orang dekat, orang yang kusayang." Hlm. 148

Overall, sangat terhibur dengan Love in City of Angels. Rekomen buat kamu yang suka romance.

4.5* of 5* untuk Love in City of Angels



__________ Reading Challenge __________
Diikutsertakan dalam Indonesia Romance Reading Challenge 2016


You Might Also Like

0 comments

Follow Me

Goodreads Reading Challenge

2018 Reading Challenge

2018 Reading Challenge
Yuuki has read 2 books toward their goal of 100 books.
hide

Subscribe