[Resensi] Love In Paris – Tragis atau Romantis by Silvarani

5/10/2016

Blurb________

Paris… tragis atau romantis?

Ternyata, Paris tak hanya romantis, tetapi juga tragis. Lihat saja sejarah revolusi. Raja Louis XVI dan istrinya Marie Antoinette, dihukum mati di kota ini.
Bersamamu, kira-kira Paris akan menampakkan wajah yang mana?
Tragis…. atau romantis?

Sheila begitu bahagia bisa ke Paris untuk melanjutkan kuliah di Pantheon-Sorbonne. Yang memberatinya hanya satu: Sony pacarnya tak mau LDR Jakarta-Paris. Berangkat dengan hati patah, Sheila mencoba meyakini Paris akan menghadiahkan hidup dan cinta baru.

Lalu muncullah Leon, sahabat kakanya semasa SD. Laki-laki blasteran Prancis-Indonesia itu berprofesi sebagai fotografer. Bayangan Leon yang dulu mengimami Sheila saat shalat seketika pupus, berganti sosok “asing” yang menjalani gaya hidup khas kota besar. Walau agak kecewa, tak bisa dimungkiri Leon berhasil membuat Sheila terpesoa. Pun sebaliknya. Pencarian iman mendekatkan mereka berdua, tapi juga mengombang-ambing hati keduanya.

Di bawah langit Paris, haruskah Sheila kehilangan cinta lagi? Mampukah gadis ini bersabar menunjukan jalan lurus-Nya kepada Leon?

Judul : Love In Paris
Author : Silvarani
Penerbit : Gramedia Pustaka
Halaman : 210 hlm
Tahun : 2016
ISBN : 978-602-03-2661-0

Review________

Ini pertama kalinya aku baca novel karya Silvarani. Series “Around the World with Love” ini mengisahkan cerita romantis atau tragis di Paris. Novel lainnya Love In Edinburgh by Indah Hanaco, Love in Marrakech byIrene Dyah dan Love in Adelaide by Arumi E. Love in Paris gak kalah kerennya dengan ketiga novel lainnya loh.

Kuliah di Paris sudah menjadi impian Sheila sejak dulu. Selama ini yang Sheila ketahui Paris yang terkenal kota romantis adalah kota tragis. Selain cerita revolusi Paris tentang Raja Louis XVI dan istrinya Marie Antoinette, orang-orang di sekitarnya hanya mengalami kisah tragis di Paris. Bahkan Sheila sendiri belum juga dirinya menginjakan kakinya di Paris kisah cintanya sudah kandas terlebih dahulu. Sony, tidak mau menjalani hubungan jarak jauh dan keinginan Sheila untuk nikah muda setelah lulus kuliah juga tidak mendapatkan respon baik dari Sony. Sony memiliki mimpinya sendiri, begitupun dengan Sheila. Akhirnya hubungan mereka berakhir. Sedih dan kecewa menyergap diri Sheila.

"Cinta tak mengenal perbedaan. Meski dunia kita berbeda sekalipun. Saya masih mencintainya. Jika rindu padanya, saya mendoakannya dan mengirimkan salam dari hati.'' Hlm. 195

Kuliah di Paris pun sebagai ajang hidup mandiri. Selama ini Sheila hanyalah anak manja yang selalu dipenuhi kasih sayang dari keluarga dan sahabat-sahabatnya. Terkadang sifat manjanya muncul begitu saja. Wajar saja menurutku karena mengubah sesuatu yang menjadi kebiasaan tidaklah mudah. Ayah Sheila menitip pesan agar anak bungsunya tidak meninggalkan shalat. Abel kakaknya menjadi sosok yang selalu mendukung dan paling memahami adiknya. Karena Abel jugalah Sheila bertemu dengan teman semasa SD-nya, Leon. Lelaki yang ternyata cinta pertama Sheila dan pernah mengimami Sheila. Cinta pertama itu memang tak mudah dilupain si.

"Inget, Sheil, orang salah itu bukan orang yang melakukan kesalahan, tapi orang yang sudah tahu itu salah, tapi masih juga dilakukan.... '' hlm. 181


Sosok Leon berubah menjadi lelaki tampan. Ada yang berubah dengan penampilannya kecuali warna bola matanya yang masih sama dan yang disayangkan kehidupan di Paris merubah keimanannya. Leon sudah tak lagi menjalankan shalat. Dan kehadiran wanita bernama Ann juga membuat Sheila sering terbakar api cemburu. Leon dan Ann memiliki hubungan yang lebih dari sekedar sang fotografer dan modelnya. Tapi Leon selalu bersikap manis dan perhatian pada Sheila. Bahkan megajak Sheila ke rumah Ibunya. Di saat itulah Leon terpanggil untuk mengokohkan imannya lagi. Namun, seperti menghilangkan sifat manja Sheila, perubahan Leon yang mulai rajin shalat dan belajar ngaji masih saja tidak lepas dari pergaulan bebasnya selama ini. Semuanya butuh proses kan? Tapi Sheila ingin usahanya membatu Leon tidaklah sia-sia. Akhirnya keduanya berakhir dengan pertengkaran karena ketidaksepahaman pendapat. Sheila yang biasanya di temani Leon mengenal Paris, kini dia hanya sendirian. Perasaannya pada Leon tak dapat diperjuangkan. Sheila bukan hanya mencari sosok kekasih melainkan imam untuk masa depannya.

______________________ *** ______________________

Alur cerita yang dibawakan dengan ringan dan santai ini tidak sekedar berkisah tentang cinta-cintaan, melainkan sebuah kepercayaan juga menjadi konflik dasar dalam novel ini. Aku suka dengan pendirian Sheila yang berusaha meninggalkan sifat manjanya. Juga mencari sosok imam yang seagama. Sosok, Abel sang kakak juga menarik perhatianku. Karakternya sebagai seorang kakak dapet banget.

Setting tempat, Paris digambarkan dengan detail. Jujur membuatku tergoda ingin pergi ke sana. Seperti Louvre dan Istana Versailles.

Louvre 
Sumber : http://www.tours4fun.com/

Istana Versailles 
Sumber gbr : zuraidahgirl.wordpress.com/


Namun, konflik ceritanya kurang greget. Apalagi pemilihan ending ceritanya gak manis, malah terkesan aneh. Banyak hal yang tidak diangkat seperti teman-temannya yang mengantar ke bandara tidak dikisahkan lagi saat Sheila di Paris. Entah mereka berhubungan lewat sosial media atau lainnya. Saat kepoin akun IG Sony, aku kira bakalan ada flashback kisah mereka. Sosok Ann terkesan tempelan belaka sebagai penambah konflik. Aku juga tidak merasakan chemistry antara Sheila dan Leon. Percakapan keduanya terasa kaku.

Nemu typo juga loh.
Akhirnya, begitu dimakan, rasa minya hambar. Hlm. 33
Kata “minya” seharusnya “minyak”

Padahal novel ini akan semakin menarik kalo digali lebih dalam. Bagaimana hubungan antar tokoh saling melengkapi konflik cerita. Memadatkan isi dengan konflik yang ada. Tapi, overall aku menikmatinya. Banyak hal yang bisa diambil dari novel ini, seperti:

Perubahan itu butuh proses. Jangan menekan seseorang untuk merubah segalanya dengan cepat. Dan terkadang kita harus keluar dari zona nyaman kita, jika dulu hanyalah anak mamih, belajarlah hidup mandiri karena tidak semua hal harus bergantung pada orangtua.

______________________ *** ______________________

3* untuk Love In Paris

 “untuk membuat dirinya cantik, cewek terkadang harus mengeluarkan banyak usaha dan waktu yang panjang. Di situlah cowok hadir untuk membantunya.” Hlm. 62
______________________ IRRC 2016 ______________________ 
Diikutsertakan dalam Indonesia Romance Reading Challenge 2016

You Might Also Like

1 comments

Follow Me

Goodreads Reading Challenge

2018 Reading Challenge

2018 Reading Challenge
Yuuki has read 2 books toward their goal of 100 books.
hide

Subscribe